Ribuan gempa terjadi di seluruh
dunia setiap tahun. Namun, hanya beberapa gempa yang menyebabkan
kerusakan serius terkait kekuatan gempa. Inilah cara penghitungan.
Gempa
bumi diukur berdasarkan kekuatan dengan skala mikro hingga besar.
Kekuatan gempa di atas 6.0 SR digolongkan sebagai gempa kuat dan mampu
menyebabkan kerusakan fatal, seperti gempa Christchurch di Selandia
Baru. Gempa bumi terbesar dalam beberapa tahun terakhir adalah Gempa
Aceh berkekuatan 9,3 SR.
Berdasarkan keterangan CNN, meski
gempa berkekuatan 5 tampak tidak terlalu berbeda dengan gempa 6 SR namun
tingkatan satu unit ini tidaklah sederhana. Gempa berkekuatan 6 SR
memiliki energi 32 kali lebih besar dari gempa 5 SR. Ini berarti, celah
dua rasio dari kekuatan 5 SR sampai 7 SR setidaknya 1.000 kali lebih
kuat.
Gempa yang merusak cenderung berkekuatan di atas 7 SR.
Setiap tahun berdasarkan keterangan Badan Geologi AS (US Geological
Survey), terjadi 20 gempa besar di seluruh dunia. Gempa bumi Aceh yang
berkekuatan 9,3 SR merupakan gempa bumi terbesar di Dunia sejak 1900.
Di
sisi lain, gempa Haiti yang berkekuatan ‘hanya’ 7 SR pada 2010 tampak
sangat merusak karena pusat gempa terjadi di ibukota. Akibatnya, sekitar
200 ribu penduduk tewas. Ini kontras dengan gempa bumi 8,8 SR di Chili
pada 2010 yang menelan 1.000 nyawa. Jumlah yang tidak terlalu banyak ini
disebabkan kemunculan peringatan gempa yang cepat sehingga masyarakat
dapat menyelamatkan diri segera.
Terbaru, gempa bumi berkekuatan
8,9 SR mengguncang Jepang, Jumat (11/3). Titik pusat gempa terletak 373
km dari Tokyo, berdasarkan data Badan Geologi AS (USGS). Terjadi
tsunami.
Pacific Tsunami Warning Centre, Hawaii, memperingatkan
keberadaan tsunami di kawasan Pasifik. Indonesia pun diminta
berhati-hati. Tsunami dikabarkan berdampak pada Jepang, Rusia, Pulau
Marcus, Guam, Taiwan, Filipina, Indonesia dan Hawaii, Amerika Serikat.





