JAKARTA-
Farizi Akbar, seorang karyawan swasta di Jakarta, menjadi korban
kekerasan yang dilakukan oleh pengendara mobil berlogo DPR. Kejadian
tersebut terjadi pada Sabtu 29 Oktober atau tiga pekan lalu di Jalan
Asia Afrika, Senayan Jakarta.
"Kejadiannya sudah tiga pekan lalu,
saya tak melaporkan ini ke polisi karena menurut saya ketika itu percuma
saja saya melaporkan. Karena menurut saya sama saja bohong, yang saya
hadapi orang penting, anggota DPR," kata Farizi kepada okezone, Minggu
(20/11/2011).
Diceritakan Farizi, saat itu dia dan ketiga orang temannya sedang mengendarai Grand Livina di kawasan Asia Afrika.
"Ketika
itu sekira pukul 9 malam, lalu tiba-tiba ada mobil CRV berwarna silver
berlambang DPR, motong jalur saya. Saya tak terima maka saya pun membuka
kaca jendela, dan berniat menegur. Saya pelototin dia tapi dia juga
buka kaca jendela dan langsung menodongkan pistol ke arah saya,"
katanya.
Farizi yang merasa kaget pun akhirnya mencoba menghindar
dan membawa mobilnya menjauh dari mobil berlogo DPR itu. "Tapi saat itu
macet dan saya akhirnya dikejar sama dia. Dia turun dan mencoba membuka
pintu mobil saya, akhirnya dia berhasil mengeluarkan saya dari mobil dan
menodongkan pistol. Saya pun akhirnya mengelak dan menghindari
pistolnya, tapi dia justru memukuli saya," kata Farizi.
"Kunci mobil saya langsung dibuang oleh orang itu," katanya.
Farizi
menambahkan, ciri-ciri orang yang memukulinya itu berusia sekira 28
hingga 30 tahun. "Usianya belum sampai 30, pakaiannya santai kayak anak
muda. Plat nomor mobilnya agak kurang hafal karena huruf di belakang
plat nomor itu sebagian tertutup logo DPR," katanya.
Saat ini,
Farizi hanya bisa pasrah. Ditanya apakah akan melanjutkan kasus ini ke
polisi. Farizi hanya berkata. "Bagaimana ya? Kejadiannya sudah tiga
pekan lalu, lagipula percuma karena yang dihadapi orang DPR," katanya. [Sumber]





