Sejumlah WNI tiba di Indonesia setelah mengungsi dari Libya (ANTARA/Lucky.R)
Sejumlah 809 WNI telah berhasil mengungsi keluar dari Libya dengan selamat.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia, Michael Tene, mengungkapkan, sebanyak 489 WNI telah mengungsi dari Libya dengan pesawat udara menuju Tunisia. Selain itu, sebanyak 34 orang dievakuasi melalui jalur darat ke negara yang bertetangga dengan Libya itu.
Ada pula 92 warga yang mengungsi secara swadaya, yaitu dengan bantuan perusahaan tempat mereka bekerja. Kemlu juga mencatat 194 WNI sudah keluar dari Libya sebelum krisis terjadi pada 15 Februari lalu. "Maka, dalam catatan kami, sudah ada 809 orang yang dievakuasi dari Libya," kata Tene, Senin, 7 Maret 2011.
Sementara itu, WNI yang masih di ada Libya tercatat sebanyak 61 orang. Mereka adalah para staf Kedutaan Besar Republik Indonesiadi Tripoli dan beberapa mahasiswa serta pekerja. "Mereka juga siap untuk dievakuasi," kata Tene.
Namun, KBRI Tripoli dan Satgas Evakuasi WNI terus memantau bila masih ada WNI yang belum terdata di kota-kota lain di Libya. Tene mengungkapkan adanya beberapa hambatan dalam proses evakuasi, seperti masalah teknis di bandar udara dan akses ke kota-kota kecil di Libya.
"Bila menjangkau WNI dengan perjalanan darat, maka harus dilakukan dengan hati-hati," kata Tene. Namun dia memastikan hingga hari ini tidak ada WNI yang menjadi korban di tengah kian tidak menentunya situasi keamanan di Libya.
Kemlu mencatat sedikitnya sudah 229 orang yang kembali ke Indonesia. Sementara itu, sekitar 260 orang masih ditampung di KBRI di Tunis, ibukota Tunisia.
Sejumlah WNI yang telah keluar dari Libya memilih menunggu di tempat perlindungan di Tunis. Mereka rata-rata adalah para pelajar, mahasiswa, dan pekerja. "Mereka memilih menunggu di Tunis karena mereka ada kepentingan untuk segera kembali ke Libya bila situasi sudah normal," kata Tene. (kd)
• VIVAnews





