Tampilkan postingan dengan label Berita Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Dunia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Januari 2012

Korupsi, 2 Mantan Pejabat di China di Hukum Mati


China mengekskusi dua mantan pejabat pemerintah lokal karena menerima suap senilai ratusan juta yuan.

Xu Maiyong dan Jiang Renjie, yang keduanya bekerja di kota-kota makmur di pesisir timur China yang berkembang, dihukum mati Selasa pagi, ungkap kantor berita resmi Xinhua, mengutip pernyataan Mahkamah Agung Rakyat.

Xu (52) wakil mantan walikota Hangzhou yang dijatuhi hukuman mati pada bulan Mei, karena menerima uang suap 198 juta yuan (sekitar Rp270 miliar), melakukan penggelapan, dan penyalahgunaan kekuasaan.
Ilustrasi : Foto detik detik eksekusi hukuman mati

Dia terkenal karena gaya hidupnya yang mewah, dan para penyelidik kepolisian menemukan batangan emas dan perhiasan mahal di rumahnya. Dia juga memiliki sejumlah gundik, diperkirakan mencapai belasan orang.

Sementara Jiang (62) mantan wakil walikota Suzhou yang dijatuhi hukuman mati pada 2008 karena menerima suap lebih dari 108 juta yuan.

Keduanya adalah anggota Partai Komunis. Korupsi oleh para pejabat secara rutin disebutkan dalam pendapat umum sebagai sumber ketidakpuasan publik.

Dalam pidato awal bulan ini untuk menandai 90 tahun lahirnya Partai Komunis, Presiden China Hu Jintao mengatakan perang terhadap korupsi adalah kunci untuk menang atau kalah atas dukungan publik, dan hidup atau kematian bagi partai.

Partai Komunis China telah berulang kali berjanji untuk membasmi pejabat yang korupsi, yang menjadi sumber utama ketidakpuasan publik pada saat perekonomian sedang berkembang pesat, dan memberikan kesempatan pejabat senior untuk memanfaatkan kekuasaan mereka demi keuntungan pribadi.

China juga telah memecat bos Partai Komunis Shanghai pada 2007 dan Menteri Perkeretaapian pada awal tahun ini. Para kritikus mengatakan, langkah China memerangi korupsi terhambat oleh kurangnya lembaga peradilan indepen. [Sumber]

Minggu, 27 November 2011

Gelap Mata, Sang Istri Multilasi dan Rebus Suami Nakal Bersama Kurma

Gelap Mata Akibat Kesal karena suaminya mencoba melakukan pelecehan seksual terhadap putrinya, seorang wanita Pakistan membunuh suaminya, lalu memasak dagingnya bersama dengan kurma. Akibat perbuatannya, wanita tersebut kini harus mendekam di balik penjara Karachi. Zainab Bibi, demikian nama wanita tersebut, mengakui bahwa bukan sekali itu saja suaminya, Ahmed Abbas, melakukan hal tidak senonoh terhadap Sonia, putrinya. “Selain itu, dia juga sama sekali tak pernah membantu saya, dan selalu pulang ke rumah dalam keadaan mabuk sambil mengucapkan kata-kata kotor,” ujar Zainab, seperti dimuat harian Times of India pada Sabtu 26 November 2011.
Akhirnya Zainab mesti mendekam dalam penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya
Akhirnya Zainab mesti mendekam dalam penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya
Zainab tinggal di sebuah rumah susun bertingkat dua bersama Sonia, putri dari pernikahan sebelumnya, dan Abbas. Kamis lalu, ia memulai aksinya saat sarapan pagi dengan mencampurkan obat tidur ke dalam teh Ahmed. Setengah jam kemudian, Ahmed tertidur karena efek obat. Zainab lantas menghabisi suaminya dengan cara mencekiknya dengan tali. “Saat ia mati, selama setengah jam saya tak sedikit pun memiliki keberanian mendekati mayatnya,” kata Zainab.
Tidak tahan dengan kelakuan suaminya yang sudah terlalu, akhirnya Zainab membunuh dan merebus sang suami
Tidak tahan dengan kelakuan suaminya yang sudah terlalu, akhirnya Zainab membunuh dan merebus sang suami
Dengan bantuan keponakan yang juga ditangkap bersamanya, Zaheer Ahmed, Zainab mencincang tubuh Ahmed. Ia lantas memasak bagian tangan dan kaki suaminya itu dengan kurma. Peristiwa ini terungkap saat Behzad, pemilik rumah yang tinggal di lantai bawah, mendatangi rumah Zainab untuk mengkomplain bau busuk yang tercium kuat dari sana. Mengetahui kejadian sebenarnya, Behzad lalu melaporkan Zainab ke polisi.
Namun, Zainab mengaku tidak menyesali perbuatannya karena ia yakin inilah yang terbaik yang bisa dilakukannya untuk membela putrinya. “Saya membunuh suami saya sebelum ia kembali melecehkan putri saya lagi,” katanya, seperti dilansir dari CNN.[Ruanghati.com]

Sabtu, 26 November 2011

Pria ini Nekad Menampar Mentri Pertanian Negara nya

Harvinder Singh menjadi sorotan masyarakat India. Sosoknya menghiasi halaman muka media setempat gara-gara ulah nekatnya: menampar Menteri Pertanian India, Sharad Pawar.

Singh tanpa ragu menyerang, saat Pawar sedang asyik menjawab pertanyaan wartawan mengenai kebijakan pangan. Serangan itu disertai makian protes tentang peningkatan harga pangan dan korpsi yang merajalela.

Tayangan televisi lokal memperlihatkan, setelah membuat 'kejutan' itu, Singh masih sempat mengacungkan pisau saat diseret aparat keamanan dan sejumlah ajudan sang menteri. Namun, Singh segera diamankan menuju kantor polisi terdekat di New Delhi.

"Tidakkah kau tahu kenapa aku memukulnya? Rakyat tertekan. Apakah aku salah?" Singh berteriak kepada sejumlah aparat yang membawanya ke kantor polisi, seperti dikutip Reuters. "Apa yang harus saya lakukan? Yang saya dengar di semua berita hanya penipuan, penipuan, penipuan."

Aksi kekerasan terhadap pejabat teras negara ini bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, sejumlah menteri juga dihadiahi lemparan sepatu.

Salah satunya menimpa Menteri Dalam Negeri India, Palaniappan Chidambaram, April 2009 silam. Kala itu, seorang wartawan dari etnis Sikh melempar sepatunya ke wajah Chidambaram lantaran marah mendengar jawaban sang menteri tentang kerusuhan tahun 1984 saat ribuan orang etnis Sikh terbunuh.
Lemparan sepatu semacam itu kembali terjadi saat Menteri besar Kashmir India, Omar Abdullah, saat memimpin peringatakan hari kemerdekaan India di Kashmir, Agustus 2010. Pelakunya adalah seorang polisi yang mendukung kemerdekaan Kashmir.

Di luar India, lemparan sepatu juga pernah menghujam Presiden Amerika Serikat George W Bush, yang sedang menggelar jumpa pers dalam kunjungannya ke Irak, Desember 2008. "Ini ciuman perpisahan dari warga Irak, anjing," seorang jurnalis Irak berteriak sambil melempar sepatu.

Sementara kasus yang menimpa mantan Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi, lebih serius. Pada 13 Desember 2009, wajahnya mengalami luka dan giginya patah setelah dipukul menggunakan patung katedral Milan oleh pria bernama Massimo Tartaglia. [Sumber]

Jumat, 21 Oktober 2011

Detik Terakhir Diktator Libya Meregang Nyawa

Roda kehidupan terus berputar, pria kelahiran Sirte, Moammar Khadafy yang pernah menjadi orang nomer satu di Libya akhirnya menemui ajal di kota kelahirannya itu. Sirte terletak di bagian utara Libya. Dengan ketinggian 28 meter di permukaan laut, Sirte bermuara di Teluk Sidra. Pada 2010, kota ini berpenduduk 75.358 jiwa. Sirte, sekarang, terkenal lantaran menjadi basis terakhir pendukung Moammar Khadafy. Perebutan kota ini antara kelompok Dewan Transisi Nasional (NTC) Libya versus loyalis Khadafy berlangsung alot. Siapa dulu yang bisa kira pemimpin kuat di daratan Afrika Utara itu mengakhiri kekuasannya dengan begitu tragis seperti ini.
Khadafi Mati Tewas
Bahkan, catatan berbagai media seperti CNN, Xinhua, Al Jazeera, AP, dan AFP menunjukkan kalau berminggu-minggu hujan peluru menghunjam kota itu. Namun, baru pada Kamis (20/10/2011) sekitar tengah hari waktu setempat, Sirte berada dalam genggaman NTC. Masih dalam perebutan itu, Moammar Khadafy yang rupanya bertahan di kota kelahirannya dikabarkan tertangkap pasukan NTC dalam kondisi terluka di kedua kakinya. Meski sempat memperoleh pertolongan medis, pria kelahiran 7 Juni 1942 itu mengembuskan napas terakhirnya. Sebuah video yang ditayangkan Al Jazeera membuktikan kalau Khadafy tewas.
Khadafi Mati Tewas
Saat merebut kekuasaan dari Raja Idris pada 1969, Khadafy masih berpangkat kolonel. Kendati begitu, secara de facto, sampai kini ia adalah penguasa otokrasi di Libya. Dia menghapuskan Konstitusi Libya 1951 dan menerapkan undang-undang berdasarkan ideologi politiknya. Kekuasaan yang hampir 42 tahun telah menempatkannya menjadi penguasa terlama sebagai pemimpin non-kerajaan keempat sejak 1900 dan terlama sebagai pemimpin penguasa Arab. Klaim julukan pun bermunculan mulai dari “Kakak Pemimpin”, “Penjaga Revolusi”, hingga “Raja dari Segala Raja”.
Khadafi Mati Tewas
Acap mendapat tudingan diktator dari para pengecamnya, kekuasaan Moammar Khadafy nyatanya susut sedikit demi sedikit. Adalah reformasi setahun silam yang melanda kawasan Afrika Utara mulai dari Tunisia, Mesir, sampai dengan Libya. Satu demi satu, pemimpin terhitung zalim macam Hosni Mubarak dan Zine El Abidine Ben Ali dipaksa lengser.
Khadafi Mati Tewas
Sementara perang saudara di Libya pun tak terelakkan. NTC yang berbasis di Misrata gencar membombardir posisi-posisi loyalis Khadafy, termasuk mencari tanpa henti keberadaan Khadafy dan keluarganya. NTC memang memperoleh dukungan Barat melalui Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Lalu, sempat diwartakan berada di negara-negara tetangga seperti Tunisia, jejak Moammar Khadafy memang terendus di Sirte. Alhasil, berondongan senjata pasukan oposisi hari ini menuntaskan perjalanan hidup Khadafy berikut rezimnya. [sumber]
 

Rabu, 24 Agustus 2011

Nasib 19 TKI di Tengah Kemelut Libya

Warga sipil yang tidak berdaya terjebak di tengah-tengah baku tembak, termasuk 19 WNI.

Warga Libya merayakan jatuhnya Tripoli ke tangan pemberontak. (AP Photo/Alexandre Meneghini)

VIVAnews - Sejak Februari lalu, kondisi di Tripoli, Libya, tidak kunjung membaik. Di beberapa sudut kota masih terdengar suara rentetan peluru, hasil bentrokan antara pasukan pemerintah dan pemberontak. Warga sipil yang tidak berdaya terjebak di tengah-tengah baku tembak, termasuk di antaranya adalah 19 warga negara Indonesia yang memilih tinggal di ibukota.

Duta Besar Indonesia untuk Tunisia, Muhammad Ibnu Said, mengatakan ke 19 orang ini adalah para tenaga kerja Indonesia yang tidak ingin dievakuasi kembali ke tanah air. Mereka sempat terlupakan. Jika saja staf kedubes di Tunisia tidak menanyakan apakah masih ada yang tertinggal, kemungkinan 19 orang ini tidak pernah diketahui keberadaannya.

"Mereka ini sisa-sisa, yang tercecer yang belum diketahui keberadaannya sebelumnya," kata Saud ketika dihubungi VIVAnews, Selasa, 23 Agustus 2011.

Wanita 18 orang, dan pria satu orang. Mereka bekerja sebagai pembantu rumah tangga, sementara yang pria bekerja sebagai tukang kebun. Mereka tinggal di pemukiman elit yang tersebar di Tripoli. "Kalau bukan orang kaya, tidak akan mampu menyewa pekerja Indonesia," kata Said.

Berbagai alasan dikemukakan kenapa mereka tidak ikut serta dalam evakuasi warga negara Indonesia sejak Februari lalu. Padahal, evakuasi dilakukan dalam tiga gelombang. Direktur Perlindungan TKI Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Tatang Razak, mengatakan sampai saat ini telah 926 WNI yang berhasil dipulangkan. Sebanyak 646 di antaranya difasilitasi Kemlu, sementara sisanya adalah swadaya perusahaan tempat mereka bekerja.

Said mengatakan bahwa kebanyakan para WNI mengaku tidak ingin pulang karena belum diberikan gaji oleh para majikan mereka. Selain itu, mereka juga diiming-imingi bonus besar jika rela tinggal sampai akhir Idul Fitri. Said menjelaskan bahwa kebanyakan dari majikan mereka telah keluar Libya untuk berlindung, sementara para TKI ditinggal untuk mengurusi anak, orang tua, maupun menjaga rumah.

"Saya sudah katakan kepada mereka 'uang bisa dicari, nyawa itu cuma satu' tapi mereka tetap memilih untuk tinggal," kata Saud.

Alasan sebagian lainnya karena mereka sudah merasa kerasan dan tidak ingin kembali ke tanah air. Hal ini disebabkan majikan mereka cukup royal memberikan mereka gaji yang besar. Mereka termasuk yang beruntung dari jutaan TKI lainnya yang tersebar di seantero dunia.

Sementara itu sebagian kecil lainya memutuskan untuk tidak pulang karena banyak masalah di tanah air. "Mereka punya masalah di kampung, punya hutanglah, apalah," kata Said.
TKI Ilegal
Ke 19 orang TKI ini juga disinyalir ilegal. Said mengatakan bahwa mereka sebenarnya dikirim untuk bekerja di Mesir, Dubai, atau di Yordania. Namun dari situ, para penyalur mereka malah membawanya ke Libya. "Saya katakan ini sebagai human trafficking, karena mereka dipindahkan secara ilegal. Selain itu, Libya bukan merupakan salah satu tempat tujuan tenaga kerja Indonesia," kata Said.

Hal ini bertolak belakang dengan pernyataan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, Maret lalu. Dia mengatakan bahwa sebagian besar TKI di Libya adalah profesional dan tidak ada TKI ilegal. Menurut catatan Kemlu, WNI yang tercatat di Libya adalah  875 orang. Sebanyak 550 di antaranya bekerja di sektor formal, 130 mahasiswa, dan sisanya adalah WNI yang bekerja di sektor informal. Namun, nyatanya yang dipulangkan ke tanah air lebih dari 900.

Said mengatakan KBRI di Tunis, Tunisia, terus melakukan komunikasi yang intens dengan para TKI. Beberapa orang TKI menceritakan bahwa mereka ketakutan lantaran bunyi pertempuran dan tembakan senjata di mana-mana. Said pun menghimbau mereka untuk tetap di dalam rumah dan waspada, serta tidak mendekati kerumunan massa.

"Namun dari semalam pukul 12 malam (23 Agustus) komunikasi terputus, karena belakangan jaringan di Libya sedang rusak," jelas Said.

Pulang, Bukan Perkara Gampang
Said mengatakan lima dari 19 orang WNI tersebut akhirnya memutuskan untuk pulang kampung, karena situasi dinilai semakin menakutkan.  Namun, perjalanan pulang mereka ke tanah air bukannya tanpa kendala.

Kendala pertama, ujar Said, adalah tidak diketahuinya lokasi pasti kediaman majikan tempat para TKI tinggal. Untuk itulah, dia mengandalkan Muhammad, warga Libya yang bekerja di KBRI Tripoli, untuk menjemput para TKI.

"Di Libya itu tidak ada alamat rumah dan nama jalan, hanya mengandalkan patokan. Misalnya, samping masjid atau yang lain. Hanya orang tertentu yang bisa menjangkau tempat tersebut," jelasnya.

Setelah dijemput, para TKI nantinya akan diantarkan menggunakan taksi ke perbatasan. Ini juga bukan perkara mudah. Said mengatakan akibat banyak eksodus dari Libya, maka stasiun pengisian bahan bakar kebanyakan tutup, menjadikan bahan bakar langka.

"Untuk membeli bahan bakar harus antri 1-3 minggu. Padahal kita harus menempuh perjalanan kurang lebih 160 km selama 4 jam. Selain itu, kita juga harus pastikan situasi aman untuk melakukan perjalanan darat," kata Said.

Setelah sampai di perbatasan, ujar Said, dia dan staf KBRI Tunis akan berada di sana untuk memfasilitasi semua keperluan para TKI. Termasuk mengatasi permasalahan yang mungkin timbul.
"Terkadang paspor mereka hilang, tidak punya visa tinggal, atau overstayer. Kita bekerjasama dengan petugas imigrasi Tunisia untuk mengatasi hal ini," kata Said.

Tidak sampai disitu saja, jarak dari perbatasan sampai ke ibukota Tunisia masih jauh. Menurut Said, jaraknya sekitar 580 km dengan perjalanan selama tujuh jam. Di sini, lagi-lagi ada kendalanya.

"Rakyat Tunisia masih dalam suasana euforia demokrasi. Jika malam tiba, warga terkadang menutup jalan untuk meminta imbalan. Maka dari itu, kami selalu melakukan perjalanan pada siang hari," kata Said.

Setelah tiba di KBRI Tunis, para TKI diusahakan dapat kembali secepatnya ke tanah air. Said mengatakan KBRI Tunis per 7 Agustus kemarin telah memulangkan 629 WNI kembali ke Indonesia.

Tahapan Pemulangan TKI
Pergolakan di Libya mencapai puncaknya pada Maret lalu saat Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi tahun 1973 yang mengatur zona larangan terbang. Resolusi dikeluarkan setelah diyakini Moammar Khadafi menggunakan pasukan udara untuk menggempur para demonstran.

Pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat mulai menggempur berbagai fasilitas militer Libya, terutama hanggar-hanggar jet tempur di seantero negara tersebut. Tidak lama, pasukan NATO ikut serta menghancurkan kekuatan Khadafi. Para pemberontak makin dapat angin. Mereka akhirnya membentuk pemerintahan tandingan dan merekrut tentara mereka sendiri. Situasi Libya semakin genting.
Sebelum situasi semakin membahayakan, Kemlu mengeluarkan perintah evakuasi terhadap 800 lebih warga negara Indonesia. Paling pertama yang dipulangkan adalah sekitar 262 karyawan PT Wika yang tengah membangun sebuah mall di Libya. Perusahaan ini menyewa sebuah pesawat untuk memulangkan seluruh karyawan mereka.

Berangsur-angsur selama akhir Februari hingga awal Maret, proses evakuasi dilangsungkan selama tiga tahap. Juru bicara kemlu, Kusuma Habir, kala itu mengatakan di tahap pertama ada 253 warga Indonesia yang dievakuasi. Tahap kedua 216 WNI dan tahap ketiga, 200 WNI.

Akibat situasi yang semakin berbahaya pulalah Kemlu memutuskan untuk menarik semua home staff di KBRI Tripoli untuk pulang ke tanah air. Upaya evakuasi dan koordinasi antara WNI dan pemerintah Indonesia diambil alih oleh KBRI di Tunis.

Tidak Menentu
Atmosfir ketegangan di Tripoli memasuki babak baru saat pada Minggu, 21 Agustus 2011, pasukan pemberontak mengklaim telah masuk ke tengah kota Tripoli dan menguasai sebagian besar ibukota. Gumal Gamaty, perwakilan dari pemberontak Dewan Transisi Nasional, bahkan mengklaim telah menangkap putra Khadafi, Saif al-ISlam. Belakangan, pemberontak memperluas klaim mereka dengan mengatakan telah menangkap tiga putra Khadafi; Saif, Saadi dan Muhammad.

Namun, klaim ini dipatahkan setelah sehari setelahnya, Saif terlihat bercengkerama dengan para pendukungnya di ibukota. Saif membantah dengan keras bahwa dirinya tertangkap oleh pemberontak. Kepada wartawan di hotel Roxio, Tripoli, Saif menegaskan pemerintahan Libya masih kuat dan akan memberantas para pemberontak dari negaranya.

Sementara itu, Khadafi tidak diketahui rimbanya. Namun Saif mengatakan ayahnya masih hidup dan dalam keadaan sehat wal afiat. (eh)

Jumat, 12 Agustus 2011

Orang Terkaya di Dunia Rugi Rp 56 Triliun Selama Sepekan


Carlos Slim (Foto: Reuters)
 
Jakarta - Carlos Slim Helu, salah orang terkaya di dunia menderita kerugian hingga US$ 6,7 miliar atau sekitar Rp 56 triliun dalam sepekan akibat kekisruhan yang terjadi di pasar saham menyusul penurunan peringkat Amerika Serikat.

Menurut data yang terkumpul oleh Bloomberg dan dikutip dari Sydney Morning Herald, Kamis (11/8/2011) nilai portofolio saham milik Slim turun hingga 9,5% sejak 29 Juli bila diukur dengan dolar, sehingga nilainya mencapai US$ 64,4 miliar pada akhir minggu. Jika dihitung dalam peso, nilai portofolio Slim turun hingga 7,3%. Selama periode tersebut, indeks Standard & Poor’s 500 jatuh 7.2%.

Slim, 71, dia terkena pukulan karena index bursa saham Meksiko IPC turun 6,4% dan peso melemah 2,3% terhadap dolar akibat kekhawatiran perekonomian AS yang lesu akan menurunkan permintaan atas aset di negara tetangga selatan AS itu.

Pencabutan 3 perusahaan Slim dari IPC telah memburuk masalah untuk miliarder itu. Leon Cabrera, pialang di Mexico City dari Vanguardia Casa de Bolsa, mengatakan, Slim 'terluka' akibat penghapusan perusahaannya dari IPC.

Forbes menempatkan Slim dalam daftar orang terkaya di dunia selama dua tahun berturut-turut sampai tahun ini. Pada bulan Maret, majalah tersebut menaksir kekayaan Slim sekitar US$ 74 miliar, atau meningkat US$ 20,5 miliar dibandingkan tahun sebelumnya berkat kekuatan pasar saham Meksiko, peso yang kuat, dan pertambangan sukses dan pemisahal divisi real estate dari konglomerat Grupo Carso.

Slim bersama miliyarder Bill Gates dan Warren Buffet telah bernasib sedikit lebih baik selama gejolak pasar baru-baru ini. Saham Microsoft milik Gate telah jatuh 6.3% minggu lalu, sementara Berkshire Hathaway milik Buffet telah jatuh 3.9%.

Wall Street mengalami minggu terburuk sejak September 2008 minggu lalu, dan Reuters melaporkan pasar saham global telah hilang hingga US$ 2,5 triliun akibat kekisruhan tersebut. (Sumber)

Rabu, 10 Agustus 2011

Pemerintah Cina Larang dan Batasi Muslim Uighur Puasa dan Tarawih

Muslim Uighur kembali menderita di bawah episode terbaru tindakan keras pemerintah Cina terhadap minoritas etnis di wilayah barat laut Xinjiang itu, yakni berupa pembatasan atau pelarangan berpuasa dan beribadah di masjid-masjid. “Jika ada tokoh agama membahas Ramadhan selama kegiatan keagamaan, atau mendorong orang untuk ambil bagian, maka mereka akan kehilangan lisensi untuk berdakwah,” kata Dilxat Raxit, juru bicara Kongres Uighur Dunia yang berbasis di Munich pekan lalu.
Pembatasan juga dilakukan kepada mereka yang mencoba untuk menghadiri shalat di masjid-masjid. Bagi mereka yang ingin shalat di Masjid harus mendaftar dengan kartu identitas nasional mereka. "Mereka harus mendaftar, dan setelah selesai shalat dan berdoa mereka tidak diizinkan untuk [berkumpul dan] berbicara satu sama lain
Pembatasan juga dilakukan kepada mereka yang mencoba untuk menghadiri shalat di masjid-masjid. Bagi mereka yang ingin shalat di Masjid harus mendaftar dengan kartu identitas nasional mereka. "Mereka harus mendaftar, dan setelah selesai shalat dan berdoa mereka tidak diizinkan untuk (berkumpul dan berbicara satu sama lain)

“Kasus yang lebih sirus adalah penangkapan dan penghasutan bagi mereka yang melakukan ibadah, yang dinilai ilegal,” katanya lagi.
Dilarang Berpuasa
Saat bulan suci Ramadhan dimulai, Beijing ‘menampar’ Muslim Cina dengan pelarangan. Muslim Cina yang berada di bawah Pemerintah Propinsi Xinjiang, diminta menandatangani semacam ‘surat tanggung jawab’ yang isinya berjanji untuk tidak berpuasa dan shalat tarawih atau kegiatan keagamaan lainnya selama ramadhan.
“Puasa selama bulan Ramadhan adalah kebiasaan etnik tradisional, dan mereka diperbolehkan untuk melakukan itu,” kata seorang karyawan di kantor lokal pemerintah daerah di ibukota wilayah Urumqi. “Tapi mereka tidak diperbolehkan untuk mengadakan kegiatan keagamaan selama Ramadhan,” katanya mentambahkan.
“Anggota Partai tidak diperbolehkan berpuasa selama Ramadhan, begitu juga dengan PNS,” ujarnya lagi. Sementara perusahaan swasta menawarkan makan siang selama jam puasa kepada karyawan Muslim Uighur. Siapapun yang menolak untuk makan bisa kehilangan bonus tahunan mereka, atau bahkan pekerjaan mereka, Raxit menambahkan.
Para pejabat juga menargetkan sekolah Islam, untuk menyediakan makan siang gratis selama masa puasa. Seorang warga Uighur Beijing mengatakan siswa di bawah 18 tahun dilarang puasa selama bulan Ramadhan. Selain itu, kampanye pemerintah memaksa restoran di wilayah mayoritas Muslim untuk tetap buka sepanjang hari.
Pembatasan juga dilakukan kepada mereka yang mencoba untuk menghadiri shalat di masjid-masjid. Bagi mereka yang ingin shalat di Masjid harus mendaftar dengan kartu identitas nasional mereka. “Mereka harus mendaftar, dan setelah selesai shalat dan berdoa mereka tidak diizinkan untuk [berkumpul dan] berbicara satu sama lain,” tandasnya.
Sehari sebelum dimulainya bulan suci ramadhan bagi umat Islam Cina, setidaknya 11 orang tewas dalam serangkaian serangan di wilayah utara-barat Xinjiang. Pihak berwenang Cina menyerang minoritas etnis, setelah polisi Cina menembak mati dua Muslim pada Minggu lalu.
Serangan itu terjadi kurang dari dua minggu setelah 18 orang tewas dalam serangan di wilayah Xinjiang yang bergolak. Setelah kerusuhan, lebih dari 100 orang Uighur ditahan otoritas Cina. Penduduk setempat mengatakan, kebanyakan dari mereka yang ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka adalah mereka yang tengah beribadah di masjid dan istri mereka yang mengenakan cadar.
Ibukota Xinjiang, Urumqi, merupakan adegan kekerasan yang mematikan pada Juli 2009 ketika minoritas Muslim Uighur dibuang terkait pembatasan Cina di wilayah tersebut. Pada hari-hari berikutnya, massa Han marah dan turun ke jalan dan melakukan balas dendam yang membawa kekerasan etnis Cina terburuk dalam dekade terakhir.
Kerusuhan tersebut mengakibatkan hampir 200 orang tewas dan 1.700 orang terluka, menurut angka pemerintah. Tapi Uighur, minoritas MUslim CIna yang berbahasa Turki Muslim, mengatakan jumlah korban jauh lebih tinggi terutama dari komunitas mereka. Pihak berrwenang Cina telah menghukum sekitar 200 orang, sebagian besar warga Uighur, atas kerusuhan tersebut dan dijatuhi hukuman, 26 dari mereka dijathui hukuman mati. (Sumber)

Sabtu, 04 Juni 2011

Jamaah Shalat Jumat Dilempar Batu Hingga Karpet Masjid Dibakar

Bentrok berlatarbelakang agama terjadi di ibu kota Bulgaria, Sofia, Jumat (20/5). Kaum Muslim yang hendak shalat Jumat dipukuli oleh segerombolan pendukung partai nasionalis, Ataka. Para penyerang melempar jamaah dengan batu dan telur. Sejumlah jamaah luka-luka. Kelompok Ataka lantas membakar karpet sajadah di depan Masjid Agung Banya Bashi, Sofia.
Salah satu jemaah shalat Jumat korban lemparan batu para demonstran partai Ataka
Salah satu jemaah shalat Jumat korban lemparan batu para demonstran partai Ataka
Kini kaum Muslim di Bulgaria masih merasa diteror akibat serbuan pendukung Ataka. Selain menyerbu warga yang ingin shalat, Ataka juga memaksa pengurus masjid untuk menyetel lagu-lagu nasionalis di pengeras suara yang biasa untuk adzan.
Saat ini ada sejuta umat Islam di Bulgaria. Pemerintah Bulgaria, meski mengakui Islam namun lamban bertindak terkait kerusuhan berbau agama ini. Pemerintah juga sebelumnya melarang foto paspor bagi perempuan yang mengenakan kerudung. Pemerintah juga melarang sejumlah literaltur Islam beredar di negara bekas komunis itu.
Aparat keamanan mencoba membantu membendung serangan demonstran partai Ataka ke jemaah shalat Jumat
Aparat keamanan mencoba membantu membendung serangan demonstran partai Ataka ke jemaah shalat Jumat
Komunitas Muslim Sofia, ibu kota Bulgaria, merasa trauma dengan serangan kelompok anti-Islam pada Jumat pekan lalu. Mereka tidak akan lagi melaksanakan shalat Jumat di luar masjid serta mengecilkan volume pengeras suara masjid Sofia. Jumat pekan lalu pendukung partai Ataka menyerang kaum Muslim yang tengah shalat Jumat di depan masjid Banya Bashi, di pusat kota Sofia. Penyerang memprotes penggunaan pengeras suara di masjid tersebut.
Potret Muslim di Bulgaria yang minoritas terancam keamanannya untuk melakukan ibadah
Potret Muslim di Bulgaria yang minoritas terancam keamanannya untuk melakukan ibadah
Pemimpin Ataka, Volen Siderov, menyatakan penyerang bukanlah kelompok mereka, tapi para preman bayaran yang berpura-pura menjadi aktivis Ataka. Siderov menyatakan, ia tidak pernah memerintahkan penyerangan dan kenyataannya tidak ada anggota Ataka.  ”Kami tidak akan lagi mengadakan shalat Jumat di luar masjid,” kata Husein Hafazov, Chief Mufti Kantor Sekretaris Jenderal, dikutip oleh harian Dnevnik.
Para aktivis partai Ataka yang mengumpulkan karpet yang dipakai jamaah shalat Jum'at lalu mereka bakar
Para aktivis partai Ataka yang mengumpulkan karpet yang dipakai jamaah shalat Jum'at lalu mereka bakar
Pada Jumat lalu kalangan nasionalis marah melihat umat Islam shalat di tempat terbuka. Mereka menyatakan umat Islam menganggu ketertiban umum.  ”Volume pengeras suara masjid telah berubah ke serendah mungkin dan pengeras suara sendiri telah diturunkan untuk mencegah suara menyebar terlalu jauh,” kata Hafazov.
Muslim Bulgaria sekitar satu juta jiwa atau sekitar 12,2% dari total populasi. Islam masuk ke Bulgaria ketika imigran Muslim Turki memasuki negara ini pada pertengahan abad IX.  Namun puncak kedatangan Muslim terjadi selama abad 13. Tahun 1362 Khilafah Islam Turki Utsmani menguasai kota Edirne lalu Plovdiv. Kota Sofia dikuasai tahun 1385. Menurut Grand Mufti Bulgaria, di Sofia pada masa pemerintahan Turki Utsmani ada 2.356 masjid, 142 madrasah, dan 400 wakaf.
Karpet-karpet masjid yang biasa dipakai jamaah shalat diluar itupun habis dibakar, para aktifis partai Ataka melarang muslim shalat diluar masjid
Karpet-karpet masjid yang biasa dipakai jamaah shalat diluar itupun habis dibakar, para aktifis partai Ataka melarang muslim shalat diluar masjid
Setelah Perang Rusia-Turki, banyak bangunan dan peninggalan Islam dihancurkan atau disita untuk penggunaan kepentingan sipil. Saat ini, diperkirakan masih ada 1.458 masjid di Bulgaria
(Sumber)

Selasa, 08 Maret 2011

Moammar Khadafy Siap Lengser

reuters 
Presiden Moammar Khadafy saat pidato di televisi pemerintah, Selasa (22/2/2011) waktu Tripoli.

Moammar Khadafy siap mengajukan pengunduran diri setelah 41 tahun berkuasa. Menurut laporan jaringan televisi Al Jazeera, diktator ini telah mengajukan pertemuan dengan parlemen Libya untuk menyetujui periode pengalihan kekuasaan guna membuka jalan baginya untuk lengser.
Khadafy akan menyampaikan pengajuan penyerahan jabatan dengan syarat diberikan kekebalan hukum terhadap gugatan pidana serta tidak dilucuti dari kekayaannya. Dewan pemerintahan sementara pemberontak yang berpusat di Benghazi, selatan Libya, menolak tawaran itu karena khawatir akan memicu kemurkaan para korban rezim Khadafy.
Khadafy dilaporkan telah mengirim Jadallah Azzouz Talhi, mantan perdana menteri, untuk menemui para pemberontak serta menyusun kesepakatan yang dapat disetujui kedua pihak. Proposal Khadafy mencakup usulan penyerahan kekuasaan ke komite yang dibentuk oleh Kongres.
Sumber yang dekat dengan dewan pemerintahan sementara pemberontak menyebutkan suatu rumusan sedang disusun untuk memungkinkan Khadafy menyerahkan jabatan ke ketua parlemen serta meninggalkan Libya dengan diizinkan mengantungi sejumlah uang. Namun, Essam Gheriani, pejabat humas dewan pemerintahan sementara pemberontak, membantah adanya usulan itu.
"Setahu saya tidak ada usulan yang diajukan ke parlemen seperti itu," ujar Essam Gheriani.

Sumber : Kompas.com

Harta di Balik Jubah Sang Kolonel


Mobil koleksi Muammar Khadafi (Autoblog)

Berkuasa empat dekade, Khadafi disorot menimbun harta oleh media Barat. Benarkah?

Roket Libya itu sungguh menawan. Desain aerodinamis. Mesin canggih super kuat. Sama dengan kekuatan 230 tenaga kuda. Interior dilapisi jok kulit, juga karpet super mahal. Ruangan cukup lega. Mampu membawa enam penumpang.
Roket itu memang bukan senjata tempur.  Tapi sebuah mobil. Dipamerkan pertama kali  tahun 1999, saat negeri gudang minyak di Afrika Utara itu memperingati 30 tahun revolusi yang meletus 1969.  Ketika itu tentara muda berusia 27 tahun bernama Muammar Khadafi sukses menumbangkan kekuasaan Raja Idris.
Tiga puluh tahun memimpin negeri itu, Khadafi memamerkan mobil mewahnya. Dan dia seperti menantang dunia. Bahwa meski negeri berpenduduk 6,5 juta jiwa ini dikurung dunia dari segala sudut, ekonominya tetap mekar.
Semenjak tahun 1973, negeri itu memang diembargo Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa dengan tuduhan mendukung terorisme. Tahun 2001 Khadafi terlihat mulai patuh pada Washington dan sekutunya. Dua tahun sesudah itu, Khadafi mendukung Amerika Serikat berperang melawan terorisme.
Dia semakin dekat ke Gedung Putih setelah tahun 2003 bersedia menyerahkan simpanan senjata nuklirnya kepada Amerika Serikat. Tahun 2004 Amerika menghentikan embargo. George Walker Bush, memuji Libya sebagai negara yang patut ditiru oleh Iran dan Korea Utara.
Berpuluh tahun jadi musuh Amerika dan sekutunya, Khadafi menjaga diri pada setiap tempat dan waktu. Mobil roket yang dipamerkan itu sohor sebagai mobil paling aman di dunia.
Layaknya mobil-mobil James Bond pada sejumlah film, mobil ini dilengkapi dengan persenjataan elektronik. Bemper tahan benturan keras. Desain menyerupai roket. Itu sebabnya diberi nama The Saroukh el-Jamahiriya, yang artinya Roket Libya. Saat dibeli tahun 1999 itu, harganya diperkirakan 2 juta euro.
Dan si roket itu cuma satu dari puluhan mobil mewah milik keluarga Khadafi.  Uniknya semua mobil itu diberi nama.
Sesudah sukses menghimpun kekuasaan, Khadafi memang gemar menghimpun harta. Selain mobil-mobil mewah itu, dia juga memiliki banyak vila mewah di sejumlah kota di negeri itu.  Hampir semua vila itu berpuluh kamar, dikitari taman yang permai.
Salah satu vila yang paling sohor adalah vila yang berdiri megah di pinggiran Al –Bayda. Itu wilayah timur laut negeri Libya. Menghadap Laut Tengah, vila itu memiliki 40 kamar. Kolam renang mewah. Pohon di taman  diimpor dari berbagai negara. Rumah dan vila mewah seperti itu juga bertebaran di sejumlah negara.
Pria yang dijuluki Presiden Ronald Reagan “Anjing gila’  itu memang sosok penuh antagonis. Dia menjadi pusat kekuasaan, pusat kemewahan tapi sekaligus menjadi pusat kecemasan.
Itu sebabnya, pada hampir semua rumah dan vila mewahnya dia membangun bunker. Di Al-Bayda itu, dia membangun bunker yang dirancang menghadapi serangan nuklir. Itu bunker juga mewah. Bisa bertahan hidup di situ selama beberapa bulan, meski rumah di atasnya luluh lantak.
Khadafi menghimpun kemewahan dari kekayaan minyak negeri itu. Lihatlah data riset  Badan Informasi Energi Amerika Serikat, yang dikutip New York Times, berikut ini. Sepanjang 2009  produksi minyak mentah 1,8 juta barel per hari. Organisasi Pengekspor Minyak Mentah (OPEC) menggolongkan Libya sebagai produsen nomor tujuh. Libya memiliki 4,4 persen dari total cadangan minyak yang telah teruji di lingkungan OPEC.
Minyak mentah itu memikat banyak negara. Sesudah sanksi ekonomi dicabut tahun 2006,  perusahaan minyak dari Amerika dan Eropa berbondong-bondong ke sana menanam uang.
Libya sangat menggantungkan pertumbuhan ekonominya dari pengolahan minyak mentah. Sebagian besar wilayahnya diliputi gurun pasir, sehingga selian minyak,  nyaris tidak ada lagi yang bisa diandalkan.
Minyak mentah itulah yang membuat Libya menjadi  salah satu negara terpandang di Afrika. Menurut riset dari Bank Dunia pada 2009, Libya masuk dalam kelompok "Ekonomi Berpendapatan Menengah ke Atas" karena memiliki pendapatan nasional bruto per kapita sebesar US$12.020.
Bahkan, menurut referensi dari Philips' Modern School Atlas tahun 1987, pada awal dekade 1980-an, Libya digolongkan sebagai salah satu negara termakmur. Tingkat Produk Domestik Bruto per kapitanya lebih tinggi dari sejumlah negara maju, seperti Italia, Singapura, Korea Selatan, Spanyol, dan Selandia Baru.
Dari Fiat hingga Juventus
Selain menumpuk harta di negeri sendiri, keluarga Khadafi juga membenam uang di banyak negara. Mereka menguasai sejumlah perusahaan strategis, salah satunya adalah Otoritas Investasi Libya (LIA), yang nilai asetnya sekitar US$70 miliar.
Menurut harian The Telegraph, otoritas itu merupakan kendaraan utama bagi Khadafi dan keluarga dalam mengeruk kekayaan. Sebut saja sebagai "Khadafi Inc." Raksasa LIA itu menampung semua pemasukan dari investor asing di sektor minyak dan gas, yang deras mengalir lima tahun belakangan.
Dari penampungan itu, uang diputar ke sejumlah sektor usaha. Dari pertanian, real estat, infrasturktur, minyak dan gas bumi. Sebagian uang itu dibenam di pasar saham dan obligasi.
Perusahaan ini merambah jauh hingga sejumlah negara di Eropa. Terutama rekan bisnis mereka seperti Italia, Inggris, dan Amerika Serikat. LIA memiliki saham di sejumlah perusahaan Italia, diantaranya Eni, Fiat, Bank Unicredit, dan Finnmeccanica.
Lewat perusahaan perantara, Lafico, perusahaan yang dikendalikan kroni Khadafi itu, membeli 7,5 persen saham klub sepakbola Italia, Juventus senilai US$21 juta. Pada Juli 2008, LIA membeli saham Fortis, yaitu bank patungan milik Belanda dan Belgia, yang saat itu sangat memerlukan dana.
Di Inggris, perusahaan itu memiliki aset sedikitnya 1 miliar poundsterling.  Dari jumlah itu sekitar 300 juta poundsterling masuk bisnis properti di London dan memiliki 3,01 persen saham di grup perusahaan Pearson, pemilik surat kabar The Financial Times.
Di Spanyol, Khadafi dan keluarga memiliki lahan seluas 6.000 hektar di Bennahavis, Spanyol. Lahan itu rencananya untuk membangun 1.915 unit rumah, satu lapangan golf, dan balai sidang.
Selain itu, keluarga Khadafi memiliki sejumlah rekening bank di Swiss dengan jumlah sekitar US$5 miliar. Bukan itu saja,  keluarga Khadafi diduga menyimpan uang di ejumlah lembaga keuangan Austria dengan nilai sekitar US$1,6 miliar.
Repotnya , sebagian besar rakyat justru tidak menikmati kejayaan itu. Kemakmuran hanya milik  segelintir warga, Khadafi sekeluarga berikut kroni-kroninya. Dan Khadafi menutup rapat semua ketimpangan itu.
Lembaga-lembaga internasional dalam dua tahun terakhir kesulitan mendata tingkat kemiskinan di Libya karena ketatnya pengawasan rezim Khadafi.
Namun, suatu harian lokal di Libya, Oea, pada 2009 mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran di Libya saat itu sudah mencapai 20,74 persen. Selain itu, menurut Oea, lebih dari 16 persen dari 886.978 keluarga di Libya tidak memiliki penghasilan yang tetap. Tidak hanya itu, lebih dari 33.000 keluarga di seluruh negeri itu diketahui tidak memiliki tempat tinggal tetap.
Kini Khadafi terkurung oleh harta yang dihimpun selama 40 tahun itu.Di tengah kesulitan ekonomi yang menghimpit, puluhan ribuan rakyat turun ke jalan. Menuntut Khadafi mundur. Vila mewah yang menghadap Laut Tengah di Al-Bayda itu dijarah massa. Sejumlah aset lain dirusak dan dibakar.
Para musuh itu sudah menguasai sejumlah kota besar. Mereka sedang merangsek menuju jantung kekuasaan Khadafi, Tripoli. Bahkan di timur ibu negeri itu, rakyat dan para serdadu yang membelot siaga berperang. Mereka mengendarai tank, bersenjata lengkap dan memanggul roket. Yang ini roket tempur, bukan mobil mewah.(AP, NYT|wm)
VIVAnews

Senin, 07 Maret 2011

Kegilaan Kolonel Khadafi

Muammar Khadafi saat berpidato pada 22 Februari 2011
(AP Photo/Libya State Television via APTN)
 
Dia pernah dibenci Barat, tapi lalu jinak. Anti imperialisme, dan suka tidur di tenda.
Muammar Khadafi adalah seorang kolonel tanpa urat takut.  Pada 1969, di usia muda, dengan nyali yang menyala, dia menjungkalkan tahta raja Libya, satu kudeta yang berhasil, dan membalikkan gerak sejarah negeri itu.
Dia tampil sebagai revolusioner nekad, meski kerap juga ngawur. Kini, setelah 41 tahun berkuasa, Khadafi tak juga gentar. Dia tahu, hari-hari ini di sekujur tanah Arab para tiran terancam terguling oleh pergolakan rakyat.
Tapi Khadafi yang lama menjadi antagonis--dia rajin berkelahi dengan tetangganya sesama bangsa Arab, kini seperti hendak menegaskan kembali wataknya yang keras kepala.
Berdiam di tenda, dia pernah menyambut gencarnya bom Amerika Serikat pada 1986,  dengan tenang. Barangkali, itu sebabnya, ketika demonstrasi kian hebat menuntut dia mundur, Khadafi melihat gerak protes tak bersenjata itu seperti sebuah ancaman militer. Warga sipil Libya, yang menuntut perubahan itu, dihajarnya dengan jet tempur.
Kini, tanpa rasa bersalah, pemimpin bernama lengkap Muammar Muhammad al-Khadafi itu nekad menembaki rakyat sendiri.
Konflik di Libya, kata banyak pengamat, tak akan terjadi bila tak ada pergolakan di Tunisia dan Mesir. Dua tetangga mengapit Libya itu berhasil menjungkalkan rezim yang kelewat lama berkuasa di negeri mereka. Revolusi adalah gagasan yang menular, dan momen itu dimanfaatkan oposisi di Libya melawan rezim Khadafi.
"Kemarin Ben Ali [Tunisia], hari ini Mubarak [Mesir]. Selanjutnya harus Khadafi," ujar seorang pemrotes di Kota Benghazi, tak lama setelah mendengar pengumuman Presiden Mesir, Hosni Mubarak, berhasil dipaksa mundur pada 11 Februari lalu.
Tapi Khadafi adalah kolonel yang hanya mendengar dirinya sendiri. "Mereka main keras, saya juga main keras. Saya akan bertahan hingga tetes darah terakhir" ujar Khadafi seperti dikutip kantor berita Associated Press.
Dia lalu menuding siapa saja yang menyebar kebencian atas dirinya, mulai dari negara-negara Barat pimpinan Amerika Serikat hingga jaringan teroris al-Qaidah. Pekan lalu, dia seperti meracau, mengatakan semua rakyat Libya mencintai dia. Washington pun menilai Khadafi "melantur". Tak ada kata lain bagi Khadafi, kata Gedung Putih, selain dari turun dari kekuasaan.
Korban jiwa pun berjatuhan di Libya. Menurut Duta Besar Libya untuk PBB, Ali Suleiman Aujali, lebih dari 2.000 orang tewas dalam dua pekan terakhir. Warga yang melawan itu tumbang diberondong peluru tajam oleh milisi pro-Khadafi, yang kebanyakan adalah tentara bayaran dari Chad.
Khadafi akrab dengan kekerasan. Begitu meraih kekuasaan, dia bertahan selama 40 tahun lebih, dengan cara brutal. Tak heran, bila dia kini memakai segala cara, mulai dari menyewa milisi bayaran, hingga memberikan sogokan akan menaikkan gaji pegawai negeri sebesar 150 persen, dan memberi santunan tunai bagi keluarga yang loyal.
Mungkin karena berpengalaman menghadapi kudeta dalam negeri, Khadafi tak takut ancaman dari negara Barat, yang menyerang Libya dengan operasi militer. Dia pernah mengalaminya pada 1986, saat rumahnya dihajar bom oleh jet tempur Amerika. Banyak pengikutnya, termasuk anak angkatnya, tewas. Tapi Khadafi lolos dari maut. Dia terus melawan.
Seorang diplomat Libya, bekas penerjemah Khadafi yang kini mengajar di AS, Abubakar Saad, juga menyarankan cara keras, bila dia tetap tak bisa diajak kompromi. "Bila ada pemimpin tak mau berkompromi, atau bahkan tak mau duduk, dan berdialog, satu-satunya alternatif adalah menyingkirkan dia, membunuhnya mengakhiri situasi ini," kata Saad seperti dikutip Voice of America.
Di gurun pasir
Khadafi besar dalam angin padang pasir yang keras. Dia lahir di suatu tenda Badui, di gurun pasir dekat Kota Sirt, pada 1942. Dia berasal dari suku kecil turunan Berber Arab, yaitu Khadafa.
Tumbuh saat dunia Arab sedang bergolak, Khadafi tampaknya menyerap semua konflik itu ke jagad kecilnya. Di Palestina, konflik berlarat-larat setelah Yahudi membentuk negara Israel pada 1948. Dia juga larut dalam gelora nasionalisme Arab, yang diteriakkan pemimpin Mesir Gammal Abdul Nasser, pada 1952.
Bersekolah di madrasah setempat, Khadafi kecil telah menaruh minat besar pada sejarah. Selesai menjalani pendidikan lanjut, Khadafi terjun ke dunia militer. Di Libya pada saat itu, menjadi tentara adalah peluang emas memperbaiki taraf hidup bagi keluarga kurang mampu. Itu sebabnya, masuk militer adalah pilihan bagi  anak-anak muda miskin seperti Khadafi.
Pada 1961, Khadafi masuk ke akademi militer. Dia lulus lima tahun kemudian. Dianggap punya prospek cemerlang, Khadafi terpilih ikut pendidikan militer lanjutan selama beberapa bulan di Akademi Militer Inggris, Sandhurst. Dia pun menerima pelatihan militer di Athena, Yunani.
Sebagai perwira muda, Khadafi malu melihat negara Arab, yaitu Mesir, Suriah, dan Yordania, kalah perang dengan Israel di tiga front pada 1967. Dia kian geram, karena Raja Idris I dari Libya, hanya berpangku tangan melihat sesama bangsa Arab dipermalukan Israel dalam Perang Enam Hari.
Khadafi lalu bertekad menggulingkan Raja Idris. 
Peluang itu tiba pada 1 September 1969. Saat itu, Raja Idris sedang ke Yunani untuk berobat. Muncul kabar, karena sering sakit-sakitan, Raja Idris akan lengser.  Dia menyerahkan kekuasaan kepada keponakannya, yang menjadi putra mahkota, Sayyid Hasan ar-Rida al-Mahdi as-Sanusi, atau Hasan as-Sanusi.
Tanggal penyerahaan tahta dari Raja Idris kepada Pangeran Hassan berlangsung pada 2 September 1969. Sehari sebelum ritual penyerahan tahta, saat Idris masih di luar negeri, Khadafi bergerak. Dia mengumumkan di radio, Libya berada di tangan Dewan Revolusi yang akan menyelamatkan negara dari kekosongan kekuasaan.
Junta militer pimpinan Khadafi lalu menangkap kepala staf militer dan kepala keamanan, yang setia dengan Raja Idris. Sang Raja terhenyak. Dia tak bisa lagi pulang, hingga wafat di Mesir pada 1983.
Stasiun berita BBC menceritakan bagaimana Khadafi, perwira 27 tahun namun telah berpangkat kolonel, secara cemerlang melakukan kudeta tak berdarah. "Kudeta itu hanya memuntahkan beberapa peluru," tulis BBC.
Nasib calon raja yang batal, Hasan as-Sanusi lebih buruk. Dia menjadi tahanan rumah, dan sempat dipenjara selama tiga tahun pada 1971. Hasan dan keluarga diusir dari rumah mereka pada 1984.
Hasan harus menggelandang di pantai, hingga diserang stroke. Khadafi mengizinkannya berobat ke London, Inggris. Hasan pun  meninggal di sana. Dia dikuburkan di sebelah makam Raja Idris, di Madinah, Arab Saudi. 
Kitab Hijau
Setelah menyingkirkan kekuatan lama, pada  awal berkuasa, rezim Khadafi melakukan perubahan besar. Kerajaan Libya dibubarkan. Dia lalu membentuk Republik Sosialis Arab, dengan nama resmi Republik Rakyat Sosialis Agung Jamahiriya Arab Libya.
Bendera nasional pun diganti, dari gabungan warna merah, hitam, dan hijau, dengan lambang bintang dan bulan sabit di tengah-tengah, menjadi warna hijau polos. 
Khadafi pun tak menyatakan diri sebagai presiden atau raja.  Dia menabalkan dirinya seorang “brother leader”, dan sang pemandu revolusi. Dia sempat menjabat perdana menteri selama 1970-1972. Sebagai pemimpin belia, Khadafi menunjukkan kepada bangsa Arab, perubahan radikal sedang bergerak di Libya.
Sistem pemerintahan Libya dirombak. Menurut kajian Library of Congress pada 1987 berjudul "Government and Politics of Libya", Libya dipimpin dua pilar utama, yang disebut dengan sektor.
Salah satu pilar, yaitu "Sektor Revolusioner," terdiri dari Khadafi sebagai pemimpin Revolusi, Komite Revolusi, dan Dewan Komando Revolusi, yang beranggotakan 12 orang. Mereka inilah inti kekuasaan di Libya karena para komite dan dewan tidak dipilih, melainkan ditunjuk, serta tak ada masa bakti.
Pilar lain adalah “Sektor Jamahiriyah”, adalah Kongres Rakyat mewakili 1.500 wilayah, dan 32 anggota Kongres Rakyat Sha'biyat. Mereka dilihat sebagai lembaga legislatif. Para anggotanya dipilih setiap empat tahun.
Sejak 1972, rezim Khadafi melarang partai politik. Media massa nasional pun dibelenggu agar tidak "menyesatkan" rakyat dengan pemberitaan kritis kepada pemerintah. Seperti Mao Zedong di China pada 1960an, Khadafi pada 1975 menerbitkan buku panduan ideologi bagi pejabat dan rakyat Libya. Dia menyebutkan sebagai "Kitab Hijau" (Green Book).
Terbit dalam bahasa Arab, Kitab Hijau menjabarkan tiga paham dasar, yaitu "Demokrasi berdasarkan Kekuasaan Rakyat," "Ekonomi Sosialisme" dan "Teori Internasional Ketiga." Paham itu lalu menjadi panduan bagi sistem demokrasi ala Khadafi, sekaligus panduan politik luar negeri Libya yang mengundang kontroversi.
“Kitab Hijau” menolak demokrasi liberal ala Barat, dan mendorong sistem demokrasi langsung berdasarkan pembentukan komite-komite rakyat. Belakangan, sistem ini dikritik sebagai cara Khadafi mengamankan kepentingannya di balik jargon memberdayakan rakyat Libya. [Baca juga artikel Harta di Balik Jubah Sang Kolonel]
Sikap anti Barat-nya kental. Dia menjadi sponsor gerakan anti imperialisme dan zionisme. Pada dekade 70an hingga 90an, Libya bahkan menjadi kawah pelatihan bagi kelompok radikal seperti Brigade Merah dari Jepang, "September Hitam" dari Palestina, MILF dari Filipina, dan IRA dari Irlandia Utara.
Mimpinya tentang Arab bersatu dipengaruhi gagasan Nasser. Khadafi berniat meneruskan Pan Arabisme yang dirintis presiden pertama Mesir itu. Maka, dua tahun setelah Nasser wafat pada 18 September 1970, Khadafi menggagas pendirian "Federasi Republik-republik Arab," meliputi Libya, Mesir, dan Suriah. Tapi ide itu gagal. Dia mencoba lagi pada 1972, dengan menggandeng Tunisia, tapi usaha itu kempis.
Ironisnya, gagasan itu berlawanan dengan tabiatnya yang suka berkelahi dengan tetangga. Misalnya, pada 1969, tak lama setelah dia berkuasa, Libya berperang dengan Chad. Menurut Gérard Prunier, penulis buku Darfur: a 21st century genocide, alasannya saat itu tak masuk akal: gara-gara presiden Chad saat itu seorang Kristen, dan berkulit hitam. Perang Libya-Chad berakhir pada 1994, melalui keputusan Mahkamah Pengadilan Internasional.
Selain itu, Libya pun sempat baku tembak dengan Mesir selama beberapa hari pada 1977. Soalnya, Khadafi kesal dengan manuver Presiden Mesir saat itu, Anwar Sadat, yang berdamai dengan Israel, setelah keduanya terlibat Perang pada Oktober 1973.
Khadafi memang anti-Israel. Dia bahkan jengkel dengan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pimpinan Yasser Arrafat. Pada 1995, Khadafi mengusir 30.000 warga Palestina dari Libya, setelah setahun sebelumnya PLO menggelar kesepakatan damai dengan Israel.
Khadafi juga berang dengan Mesir, karena melindungi dua perwira Libya pelaku rencana kudeta atas dirinya pada 1975. Konflik Libya-Mesir yang berlangsung empat hari akhirnya berakhir, setelah ditengahi oleh Aljazair.
Dengan politik yang keras seperti itu Libya di bawah Khadafi akhirnya menjadi sorotan. Dia dibenci Barat karena mensponsori kelompok teroris. Dia dicap menjadi rezim berbahaya, karena diketahui mengembangkan senjata penghancur massal untuk menandingi musuhnya di Barat.
Maka, tak heran Presiden AS, Ronald Reagan, menjuluki dia sebagai "anjing gila", yang membuat Reagan menghujani Tripoli dan Benghazi dengan serangan bom pada 14 April 1986. Serangan itu terjadi setelah agen-agen Libya diketahui meledakkan suatu klab malam di Berlin, Jerman, pada 5 April 1986. Insiden itu membunuh tiga orang, dan melukai 229 lainnya - lebih dari 50 orang diantaranya tentara Amerika.
Dua tahun kemudian, terjadi tragedi peledakkan atas pesawat Pan American yang terbang di langit Lockerbie, Skotlandia. Ratusan penumpang dan awak pesawat tewas. Agen Libya dituduh terlibat dalam aksi keji itu. Setelah sempat menyangkal, rezim Khadafi belakangan menerima tanggungjawab tragedi di Lockerbie, dan bersedia membayar uang duka kepada keluarga semua korban.
Menjadi jinak
Menurut catatan harian Telegraph, Tragedi Lockerbie tampaknya "petualangan terakhir" Khadafi dalam terorisme internasional. Pada dekade 1990-an, Libya mulai rujuk dengan Barat. Dia rupanya tak tahan hidup, terisolasi, dan banyak musuh, baik dari Barat maupun Arab.
Puncaknya pada 2003, saat Khadafi melucuti semua senjata penghancur massal milik Libya. Sejak saat itu, hubungan Libya membaik, termasuk dengan AS. Bahkan semasa George W. Bush berkuasa, pada 2006 AS mengumumkan Libya tak lagi masuk daftar negara berbahaya. Proyek dan invetasi asing pun mulai mengalir kembali ke Libya.
Hingga Februari 2011, sebenarnya tak ada lagi berita sensasional tentang Khadafi, dan rezimnya. Dia sepertinya tak mau cari gara-gara dengan dunia luar. Khadafi bahkan sesekali diundang ke Barat, dan berpidato di Sidang Majelis Umum PBB di New York pada 2009.
Dia juga menyambangi Perdana Menteri Silvio Berlusconi di Italia pada 2010.
Khadafi pun akrab dengan mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair. Dia dikabarkan tak lagi tertarik pada nasionalisme Arab - setelah beberapa kali gagal mewujudkan persatuan Arab. Kini, perhatiannya pada solidarisme sesama negara Afrika. Itu sebabnya, sejumlah pemimpin Afrika mengangkat Khadafi sebagai Ketua Uni Afrika periode 2009-2010.
Nyentrik, tapi kejam
Khadafi kini berusia 68 tahun, dan kian nyentrik. Dia, misalnya, tinggal di tenda setiap kali berkunjung ke luar negeri, dan senang dikelilingi banyak perempuan.  Khadafi lebih suka dikawal pasukan khusus perempuan.
Pada satu lawatan ke Italia beberapa tahun lalu, Khadafi menjamu ratusan perempuan setempat. Dia membujuk mereka menjadi mualaf. Laman spesialis pembocor rahasia diplomatik AS, WikiLeaks, juga mengungkapkan Khadafi punya perawat perempuan asal Ukraina, bertubuh seksi, dan berambut pirang.
Wartawati senior BBC, Katie Adie, selalu teringat sifat nyentrik Khadafi. Saat bertemu untuk wawancara di Tripoli pada 1984, Khadafi memberi Adie dua buah buku, dan satu ucapan. "Buku pertama adalah Kitab Hijau, dan kedua adalah Kitab Suci Al Quran. Setelah itu, dia berucap kepada saya, 'Selamat Natal'," kata Adie seperti ditulisnya di harian The Guardian.  
Bagi aktivis di Libya, seperti Mohammed al-Abdalla, Khadafi adalah diktator yang brutal. "Era 70-an, saat menghadapi gerakan mahasiswa, Khadafi terang-terangan menggantung para mahasiswa, yang berdemonstrasi di alun-alun Tripoli dan Benghazi," ujar al-Abdalla, sekrektaris jenderal Front Nasional untuk Keselamatan Libya, seperti dikutip stasiun berita Al Jazeera.
"Dia melakukan eksekusi, yang mungkin paling brutal pernah kami saksikan, atas 1.200 tahanan di penjara Abu Salim. Mereka sudah dipenjara, lalu dieksekusi dalam waktu kurang dari tiga jam," kata al-Abdalla.
Kini, si kolonel tanpa urat takut, dan kadang ngawur itu, kembali tampil brutal. Sejak 15 Februari lalu, dia menghabisi rakyat yang kini menentangnya. Akankah dia mendengar teriakan rakyat Libya itu?
Satu bekas menterinya yang membelot,  Abdul Fattah Younis al Abidi, mengatakan Khadafi adalah pemimpin 'keras kepala'.  Abidi mengenal Khadafi sejak 1964. Dia yakin, sang kolonel akan bertindak ekstrim. "Dia akan memilih bunuh diri, atau dibunuh," kata Abidi. (CNN, Al Jazeera, AP, The Guardian | np)

Kamis, 24 Februari 2011

12 Negara Timur Tengah Yang Sedang Diguncang Aksi Demonstrasi

12 Negara Ini Diguncang Aksi DemonstrasiAksi demonstrasi dan revolusi menentang pemerintahan yang terjadi di Timur Tengah ternyata tidak hanya terjadi di Tunisia maupun Mesir. Ternyata aksi menuntut adanya revolusi ini juga telah menjalar di beberapa negara lain yang berada di Timur Tengah dan juga merambah ke Afrika Utara Untuk lebih jelasnya, berikut merupakan negara-negara yang tengah mengalami aksi menuntut adanya perubahan dalam pemerintahan.
1. Aljazair

Pemerintah Aljazair menyatakan segera mencabut Undang-undang Darurat yang telah diberlakukan selama 20 tahun. Kebijakan itu diambil setelah terjadi aksi demonstrasi yang menginginkan perubahan kekuasaan. Dalam aksi tersebut terjadi bentrokan antara pendemo dengan aparat keamanan.
2. Bahrain

Aksi protes di negara Teluk Persia, Bahrain menewaskan seorang pendemo dan tiga orang polisi kritis. Demonstrasi itu menuntut reformasi politik, partisipasi hak politik, penghormatan pada hak asasi, dan penghentian diskriminasi sistematis pada Shia. Aksi itu awalnya berlangsung damai hingga aparat kemudian berusaha membubarkan dengan menggunakan peluru karet dan menyeprotkan gas air mata.
3. Mesir

Demonstrasi di negeri piramid berlangsung 18 hari, berhasil menggulingkan 30 tahun penguasanya Hosni Mubarak turun dari kursi kepresidenan pada Jumat pekan lalu. Namun, aksi demonstrasi berlanjut pada Senin kemarin. Giliran aparat kepolisian yang melakukan aksi protes, mereka menuntut kenaikan gaji, pengurangan jam kerja, dan penghargaan lebih. Mereka juga mengaku diperintah menembah pendemo penentang pemerintah dan diancam penjara jika menolak.
4. Iran

Puluhan ribu pendemo melakukan long mars di Jalan Revolusi di ibukota Iran, Teheran Senin kemarin. Mereka memprotes presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. Aksi itu awalnya berlangsung damai ketika mereka bergerak menuju Azadi Square. tetapi bentrokan dengan aparat polisi yang ingin menghalangi mereka tak terhindarkan.
5. Irak

Ribuan orang menggelar demonstrasi di berbagai kota bulan ini. Mereka memprotes kemiskinan yang merajalela, 45 persen angka pengangguran, dan terbatasnya stok makanan, listrik dan air. Setelah aksi protes itu, Perdana Menteri Nuri al-Maliki mengumumkan ia akan memotong setengah gajinya ditengah-tengah situasi buruknya pelayanan publik dan minimnya penyediaan air. Al-Maliki juga menyatakan tidak akan melanjutkan masa jabatan untuk periode ketiga setelah masa jabatannya berakhir pada 2014.
6. Yordania

Raja Abdullah II melantik pemerintahan yang baru setelah terjadi protes anti pemerintah. Pemerintahan yang baru diberi mandat melakukan reformasi politik. Situasi ekonomi di Yordania terpukul oleh penurunan ekonomi global dan meningkatnya harga komoditas, dan angka pengangguran angkatan produktif tinggi, seperti yang terjadi di Mesir.
7. Libya

Seruan untuk melakukan aksi demonstrasi damai yang di selenggarakan pada hari Senin kemarin diumumkan melalui media sosial facebook. Aksi protes ini berada dalam bayangan pemimpin Moammar Gadhafi yang telah memerintah negara itu selama hampir 40 tahun. Namun, tidak diketahui apakah aksi protes itu berhasil dilakukan.
8. Pemerintahan Palestina

Kabinet Perdana Menteri Salam Fayyad menyerahkan pengunduran diri kepada pemerintah Palestina Presiden Mahmoud Abbas pada Senin kemarin, sehari setelah pengumuman pemilu pada September. Pemerintah Palestina tidak melihat ada kesamaan demonstrasi seperti yang terjadi di beberapa negara Arab, tetapi pemerintah dikritik sejak Aljazeera menerbitkan dokumen rahasia negoisasi dengan Israel.
9. Syria

Pemerintah Syria membatalkan rencana penarikan subsidi yang membuat biaya hidup tetap rendah. Presiden Bashar al-Assad juga memberikan wawancara kepada media asing, sesuatu yang jarang ia lakukan. Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, ia mengatakan akan melakukan reformasi dengan mengadakan pemilu lokal, menyertakan peraturan media yang baru, dan memberikan kewenangan lebih pada organisasi swasta. Rencana aksi “Hari Kemarahan” yang diorganisir melalui Facebook pun gagal diwujudkan.
10. Sudan

Pendemo bentrik dengan aparat keamanan di beberapa lokasi. Human Rights Watch menyatakan pemerintah menggunakan kekuatan yang berlebihan selama aksi damai pada 30 dan 31 Januari di Khartoum dan beberapa kota sebelah utara yang menyerukan penghentian kekuasaan oleh Partai Kongres Nasional yang berkuasa. Aksi itu juga menyerukan pentapan kenaikan harga-harga. Dalam aksi itu, aparat menggunakan pipa, tongkat dan gas air mata untuk menghalau pendemo. Sejumlah pendemo ditahan, termasuk 20 orang yang hingga kini masih hilang.
11. Tunisia

Setelah beberapa pekan terjadi demonstrasi, Presiden Zine El Abidine Ben Ali meninggalkan negaranya. Sejak itu, Italia mulai mengeluhkan besarnya gelombang imigran dari Tunisia yang memasuki teritorinya.
12. Yaman

Bentrokan antara anti dan pro pemerintah di ibukota Yaman, Sana’a berlangsung setidaknya selama tiga hari berturut-turut. Sebanyak 200 orang anti pemerintah berhadapan dengan 300 pro-pemerintah. Mereka saling melempari batu dan mengacungkan pisau dan belati.
Sumber : Klik Disini

Selasa, 15 Februari 2011

Edan, Buruh Temukan Harta Karun Rp 14,3 M

 

Pekerja India menggali batangan emas dari kapal barang Inggris yang meledak dan menewaskan ratusan orang saat berlabuh di Mumbai pada Perang Dunia II.
Harian Mumbai Mirror, Selasa (1/2/2011), mengatakan, pekerja menemukan batangan emas dari kapal SS Fort Stikine pada Senin malam saat menggali dermaga baru di kota pelabuhan tersebut. "Pengerukan lanjutan sedang dilakukan untuk melihat apakah masih ada emas di sana," katanya.
Pencarian awal menunjukkan, emas yang terdiri dari dua batang dengan berat 100 gram dan 50 gram itu ditemukan di pecahan kapal.
"Kontraktor mengatakan kepada kami telah menemukan emas dan batangan emas tersebut dari tumpukan yang tenggelam dengan Fort Stikine," kata pejabat senior polisi, Quaisar Khalid.
Fort Stikine adalah kapal barang pembawa kapas, emas, dan bahan peledak serta belum pernah melakukan bongkar muat saat kapal tersebut terbakar di Pelabuhan Victoria di kota yang dikenal bernama Bombai pada 14 April 1944.
Pecahan ledakan kapal terbang hingga ratusan kilometer, api menyala beberapa hari, dan puluhan kapal lain di dermaga ikut hancur.
Sebanyak 200-800 orang dilaporkan tewas. Emas diperkirakan bernilai 1  juta poundsterling hingga 2 juta poundsterling saat itu. Awalnya emas itu ditujukan ke bank di kota tersebut sebagai pengganti kerugian dari perang atas nilai tukar mata uang India.
"Sebagian emas ditemukan pada 1970-an dan dikembalikan kepada Pemerintah Inggris. Namun, tidak ada lagi yang ditemukan setelahnya," kata harian itu.

Sumber: Klik Disini

Minggu, 13 Februari 2011

Cegah Demonstrasi, Aljazair Blokir Internet


 "Pemerintah tidak ingin kami mengumpulkan massa lewat internet," kata seorang aktivis.

Pemerintah Aljazair memblokir akses ke internet untuk membendung gelombang demonstrasi anti Presiden Abdelaziz Bouteflika. Namun, aksi demonstrasi Sabtu kemarin tetap berlangsung dan sedikitnya 500 orang ditahan.

Para aktivis mengaku mulai sulit mengakses internet. Seperti para aktivis di Tunisia dan Mesir, mereka mengandalkan laman-laman sosial media di internet untuk menggerakkan massa.

"Pemerintah tidak ingin kami mengumpulkan massa lewat internet," kata Rachid Salem, aktivis dari Koordinasi untuk Perubahan Demokratik di Aljazair, seperti yang dikutip harian The Telegraph. Namun, pemblokiran internet tidak membuat demonstrasi jadi batal terlaksana.
 
Sekitar seribu orang anti Presiden Abdelaziz Bouteflika berdemonstrasi di ibukota Aljazair, Aljir, Sabtu 12 Februari 2011. Menurut harian The New York Times, para demonstran di Lapangan 1 Mei kompak berteriak, "Bouteflika mundur!"

Mereka tak menghiraukan larangan pemerintah untuk berunjuk rasa. Maka, dalam aksi kemarin sempat terjadi bentrokan antara polisi dan pemrotes di Aljir. walau tidak dilaporkan adanya korban jiwa, sedikitnya 500 orang ditangkap polisi. Penangkapan para demonstran juga terjadi di Kota Annaba, Constantine, dan Oran. 

Terinspirasi oleh gelombang demonstrasi di Mesir, para demonstran juga berteriak, "Kemarin Mesir, Hari Ini Aljazair." Dalam beberapa hari terakhir, Aljazair dilanda aksi protes anti pemerintah, namun tidak sedahsyat yang terjadi di Tunisia dan Mesir. Namun, dalam sejumlah aksi protes di Aljazair Januari lalu, sedikitnya lima orang tewas. 

Berkuasa sejak 1999, Bouteflika dituding kalangan oposisi selalu memanipulasi hasil pemilu agar terus berkuasa. Menurut The Telegraph, Aljazair dikenal sebagai produsen gas alam terbesar nomor delapan di dunia dan juga memiliki minyak mentah yang berlimpah.

Namun, banyak kalangan muda di sana menderita pengangguran. Kemiskinan masih terjadi di Aljazair, begitu pula dengan penyakit korupsi.

Menurut IMF, pengangguran di Aljazair dan Tunisia mencapai hampir 30 persen
Kerusuhan melanda Aljazair dan Tunisia sejak pekan lalu dan telah menimbulkan korban jiwa. Kericuhan di dua negara Afrika Utara ini dipicu oleh ketidakpuasan kaum muda atas tingginya harga bahan pokok dan tingkat pengangguran.

Menurut laman berita Magharebia, Minggu 9 Januari 2011 waktu setempat, kerusuhan itu menewaskan sedikitnya 14 orang di Tunisia dan tiga lainnya di Aljazair. Bagi rakyat Aljazair, ini merupakan demonstrasi terbesar dalam 20 tahun terakhir.

Demonstrasi di Aljazair berlangsung sejak Selasa, 4 Januari 2011, di pinggiran Ibukota Aljir. Demonstrasi berkembang menjadi kerusuhan pada Rabu di Oran. Rabu malam, kerusuhan meluas ke distrik Bab El Oued di pusat kota Aljier. Dalam sekejap, kerusuhan menyebar ke 24 kota di Aljazair.

“Saya dapat memastikan tiga pemuda tewas di M’sila, Tipasa dan Boumerdes,” ujar Menteri Dalam Negeri Aljazair, Daho Ould Kabila, Minggu 9 Januari 2011.

Kabila juga mengatakan bahwa lebih dari 1.000 orang ditahan, sementara itu 736 petugas keamanan dan 53 pengunjuk rasa terluka dalam bentrok sepanjang pekan lalu. Meningkatnya harga bahan makanan pokok dan banyaknya angka pemuda menganggur menjadi penyebab utama kerusuhan pekan lalu.

Pemerintah Aljazair Sabtu pekan lalu akhirnya menurunkan pajak dan bea sampai 41 persen untuk produk gula dan makanan pokok lainnya. Penurunan harga ini hanya berlaku hingga akhir Agustus mendatang. Namun, langkah pemerintah ini tidak cukup untuk meredam amarah para pemuda yang mengaku telah lama dihiraukan.

“Kami muak dihiraukan setiap saat. Kami muak diperlakukan seperti marmut. Kami katakan ini kepada pemerintah: Kalian tidak berbuat apa-apa kepada kami, kami tidak mengakui kalian lagi,” ujar salah satu pengunjuk rasa, Hamid, seorang penganggura dari Bab El Oued.

Sementara itu, kerusuhan serupa terjadi dalam waktu yang sama di Tunisia, menewaskan 14 orang. Menurut pernyataan Kementerian Dalam Negeri Tunisia, kematian terjadi pada bentrokan Sabtu, 8 Januari 2011, di kota Kasserine, Thala dan Regueb, dekat perbatasan dengan Aljazair.

Para korban tewas kebanyakan adalah para pengunjuk rasa yang membawa bom molotov, batu dan tongkat, serta menyerang properti publik.

Kelompok sipil dan oposisi mengatakan bahwa demonstrasi yang berujung bentrok di Tunisia penyebabnya sama seperti di Aljazair, yaitu tingginya angka pengangguran terpelajar, dan naiknya harga bahan makanan pokok.

Kemarahan para pemuda penganggur ini kemudian tersulut ketika Mohamed Bousazizi, 26, pemilik sebuah toko buah, membakar dirinya sendiri bulan lalu. Setelah mendapatkan perawatan, dia akhirnya tewas minggu lalu.

Bousazizi nekat bunuh diri setelah frustasi dagangan buahnya disita oleh polisi karena dinilai tidak memiliki izin. Sarjana muda ini terpaksa berjualan buah karena tidak mendapatkan pekerjaan dalam waktu yang lama.

Aljazair dan Tunisia adalah dua negara yang memiliki angka pengangguran terpelajar yang tinggi. Namun, pemerintah seperti tutup mata dengan pendapat dari para oposisi dan protes masyarakat. Hal ini tidak jarang menyulut bentrokan di kedua negara ini.

Menurut Dana Moneter Internasional (IMF), angka pengangguran di kedua negara ini masing-masing mencapai hampir 30 persen dari total populasi. Kebanyakan adalah pemuda di bawah umur 25 tahun. Padahal, para pemuda di kedua negara ini berjumlah sangat besar, yaitu hampir 70 persen dari keseluruhan populasi. (sj)
• VIVAnews

Kemarin Mesir, Kini Aljazair

Demonstrasi di Ibukota Aljazair, Aljir (AP Photo/Sidali Djarboub)

VIVAnews - Sekitar seribu orang anti Presiden Abdelaziz Bouteflika berdemonstrasi di ibukota Aljazair, Aljir, Sabtu 12 Februari 2011. Demonstrasi itu berlangsung sehari setelah rakyat negara tetangga mereka, Mesir, merayakan mundurnya Presiden Housni Mubarak.

Menurut harian The New York Times, para demonstran di Lapangan 1 Mei kompak berteriak, "Bouteflika mundur!" Berkuasa sejak 1999, Bouteflika dituding kalangan oposisi selalu memanipulasi hasil pemilu agar terus berkuasa.

Harian The Guardian mengungkapkan bahwa aksi demonstrasi akhir pekan lalu itu juga menuntut pemerintah mencabut status keadaan darurat, yang telah berlaku selama 19 tahun. Mereka juga menuntut dijaminnya kebebasan berdemokrasi, dan menghendaki perubahan sistem politik di Aljazair.

Terinspirasi oleh gelombang demonstrasi di Mesir, para demonstran juga berteriak, "Kemarin Mesir, Hari Ini Aljazair." Dalam beberapa hari terakhir, Aljazair dilanda aksi protes anti pemerintah, namun tidak sedahsyat yang terjadi di Tunisia dan Mesir. Selain melibatkan massa yang besar, aksi di dua negara itu sukses menumbangkan pemimpin yang telah lama berkuasa.

Pemerintah Aljazair sebenarnya sudah melarang warga untuk berdemonstrasi. Namun, seruan itu tidak digubris para demonstran. Maka, dalam aksi kemarin sempat terjadi bentrokan antara polisi dan pemrotes, walau tidak dilaporkan adanya korban jiwa.  (umi)
•Sumber:  VIVAnews

Sabtu, 12 Februari 2011

Jenderal Tergiur Uang dan Seks




Mayjen Lo Hsien Che (51) ditangkap karena terkait skandal spionase terburuk di Taiwan dalam 50 tahun terakhir. Media massa di Taiwan, Kamis (10/2/2011), memberitakan Mayjen Lo terjerat sebagai mata-mata untuk kepentingan China karena tergoda uang dan seks.
Godaan itu datang dari perempuan agen mata-mata China. Mayjen Lo direkrut saat ditugaskan di Thailand periode 2002-2005. Dia dijebak dengan uang dan seks dengan imbalan harus memberikan informasi penting soal Taiwan.
Media massa Taiwan menggambarkan perempuan itu sebagai cantik, langsing, tinggi, dan berpaspor Australia. Perempuan itu menyamar sebagai pekerja di bidang ekspor-impor saat bertemu pertama kali dengan Mayjen Lo, yang sudah beristri.
Mayjen Lo kemudian menyerahkan informasi soal Taiwan sejak 2004 dengan imbalan 200.000 dollar AS (sekitar Rp 1,8 miliar). Sejumlah media di Taiwan menyebutkan Mayjen Lo bahkan sudah mengantongi uang sekitar 1 juta dollar AS (sekitar Rp 9 miliar).
Pada tahun 2005 Mayjen Lo dirotasi kembali ke Taiwan, tetapi tetap bekerja sebagai pemberi informasi kepada China. Dia bahkan tetap menemui perempuan mata-mata itu di Amerika Serikat (AS). Di AS, Mayjen Lo juga menyerahkan informasi rahasia soal Taiwan.
Naik pangkat
Mayjen Lo berhasil mengelabui Pemerintah Taiwan atas kegiatannya itu dan terus berhasil meraup uang. Pada tahun 2008, Lo bahkan mendapatkan kenaikan pangkat menjadi mayjen. Saat direkrut, Lo belum memiliki pangkat itu.
Dia ditangkap bulan lalu saat menjabat sebagai Kepala Bagian Telekomunikasi dan Informasi Elektronik di Departemen Pertahanan Taiwan, yang enggan berkomentar soal kasus itu.
Para pejabat militer Taiwan mengingatkan posisi Mayjen Lo memungkinkan dia memberikan informasi penting tentang Taiwan kepada China.
Tabloid China, Global Times, mengutip Li Fei, seorang pakar soal Taiwan di Universitas Xiamen, China. ”Kegiatan mata-mata di antara kedua negara tak pernah surut, bahkan berlanjut saat ketegangan kedua negara mereda. Targetnya tidak hanya sektor militer, tetapi juga merambah ke urusan ekonomi dan teknologi,” kata Li Fei.
China selalu menganggap Taiwan sebagai salah satu provinsinya.

Sumber : Klik Disini

Photobucket
Free Counter
Photobucket