Presiden Moammar Khadafy saat pidato di televisi pemerintah, Selasa (22/2/2011) waktu Tripoli.
Moammar Khadafy siap mengajukan
pengunduran diri setelah 41 tahun berkuasa. Menurut laporan jaringan
televisi Al Jazeera, diktator ini telah mengajukan pertemuan dengan
parlemen Libya untuk menyetujui periode pengalihan kekuasaan guna
membuka jalan baginya untuk lengser.
Khadafy akan menyampaikan
pengajuan penyerahan jabatan dengan syarat diberikan kekebalan hukum
terhadap gugatan pidana serta tidak dilucuti dari kekayaannya. Dewan
pemerintahan sementara pemberontak yang berpusat di Benghazi, selatan
Libya, menolak tawaran itu karena khawatir akan memicu kemurkaan para
korban rezim Khadafy.
Khadafy dilaporkan telah mengirim Jadallah
Azzouz Talhi, mantan perdana menteri, untuk menemui para pemberontak
serta menyusun kesepakatan yang dapat disetujui kedua pihak. Proposal
Khadafy mencakup usulan penyerahan kekuasaan ke komite yang dibentuk
oleh Kongres.
Sumber yang dekat dengan dewan pemerintahan
sementara pemberontak menyebutkan suatu rumusan sedang disusun untuk
memungkinkan Khadafy menyerahkan jabatan ke ketua parlemen serta
meninggalkan Libya dengan diizinkan mengantungi sejumlah uang. Namun,
Essam Gheriani, pejabat humas dewan pemerintahan sementara pemberontak,
membantah adanya usulan itu.
"Setahu saya tidak ada usulan yang diajukan ke parlemen seperti itu," ujar Essam Gheriani.
Sumber : Kompas.com





